Minggu, 18 Oktober 2015

Seminar Nasional Keperawatan Undip 2015


Banyak orang berpendapat organisasi itu tidak penting bagi mahasiswa, itu hanya membuat waktu mahasiswa semakin sempit, waktu yang seharusnya libur dibuat kegiatan waktu yang seharusnya untuk istirahat digunakan untuk rapat atau keperluan organisasi lainnya ataupun membuat waktu belajar sebagai mahasiswa semakin sedikit dan tak maksimal.Ok, itu adalah pendapat mereka dan saya menghargainya, setiap orang bebas mengutarakan pemikirannya untuk berpendapat namun, hal yang paling saya benci adalah ketika orang-orang tersebut menge-judge ataupun cenderung menyepelekan mahasiswa yang berorganisasi dan cenderung menjelek-jelekkan ataupun lainnya. It’s Ok, kami beda pendapat tapi bukankah masih dapat saling menghargai kan dengan pilihan masing-masing? Dan tentunya tetap saling menyayangi satu sama lain.
            Karena… berbeda dengan mereka saya merasa dalam sebuah organisasi adalah kekeluargaan, saya dapat menemukan sebuah keluarga kecil dimana saya belajar banyak dari orang-orang hebat diantara mereka. Saya belajar tentang banyak hal yang tak saya dapatkan ketika di bangku kuliah yang hanya menimba ilmu akademik saja.Dalam organisasi saya merasa berkembang dan belajar bagaimana berinteraksi dengan setiap orang yang berbeda karakter dan saling memahami antar perbedaan. Salah satu kegiatan organisasi adalah menjalankan program kerja yang ada di dalamnya dan tentulah ada suatu kepanitiaan.
            Kali ini, saya senang sekali karena terpilih menjadi salah satu panitia di acara terbesar HIMKA (Himpunan Mahasiswa Keperawatan Undip ) yaitu Seminar Nasional yang tahun ini mengangkat tema “Menjadi Perawat yang Berstandar dan Berdaya Saing Global : di Bidang Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar Kompetensi Perawat”.Perjuangan panitia untuk mempersembahkan acara tersebut tentulah tidak mudah, banyak perjuangan yang telah dilakukan, banyak masalah dan persoalan yang dihadapi. Namun segala masalah menjadikan kita semakin kuat dan lebih semangat lagi untuk mewujudkan acara ini untuk para mahasiswa keperawatan, dosen keperawatan ataupun para perawat medis itu sendiri.
Alhamdulilah pada tanggal 3 Oktober 2015 acara terlaksana dengan lancar. Materi
pertama yaitu “Peran Institusi Pendidikan dalam Pencapaian Kompetensi Mahasiswa Keperawatan” yang dibawakan oleh Sarah Ulliya, S.Kp,M.Kes setelah menerima materi ini kami yakin bahwa peserta seminar mengetahui peran institusi pendidikan untuk mencetak perawat yang memenuhi standar kompetensi keperawatan sehingga  nantinya dapat diimplementasikan untuk  bersaing dengan perawat yang berasal dari dalam negeri maupun negara lain di era globalisasi karena pemateri sangat luar biasa dalam menyampaikan materinya.
Materi kedua adalah “Sinergisitas Mahasiswa dan Perawat Pendidik dalam Pembelajaran Klinik untuk Menjadi Perawat Profesional dan Berdaya Saing Global”  yang disampaikan oleh Sri Widayati,SST,MKes seperti telah kita ketahui bahwa pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit merupakan lahan praktik bagi mahasiswa keperawatan. Hal ini tentunya memiliki standar-standar dalam mendidik mahasiswa keperawatan agar kelak ketika lulus menjadi sarjana keperawatan yang siap bersaing dan memiliki standar yang telah ditetapkan dan diharapkan oleh pihak pekayanan kesehatan.setelah mendapatkan materi tersebut kami sebagai panitia berharap bahwa peserta dapat memahami standar pelayanan yang telah ditetapkan rumah sakit sehingga mampu memberikan pelayanan terbaiknya.
Materi terakhir yaitu “Standarisasi Kompetensi Perawat Melalui Uji Kompetensi” dengan pemateri I Made Kariasa, S.Kp., MM.,M.Kep.MB salah satu bentuk globalisasi yaitu MEA. MEA merupakan pasar bebas di kawasan Asia Tenggara. MEA ini nantinya memungkinkan negara-negara ASEAN untuk menjual barang dan jasa dengan mudah sehingga kompetisi akan semakin ketat MEA tidak hanya membuka arus perdagangan di bidang barang atau jasa tetapi juga pasar tenaga kerja professional seperti perawat.. Oleh karena itu diperlukan lulusan sarjana Keperawatan dan perawat yang kompeten serta mampu berpikir kritis untuk dapat mempersiapkan diri dan ikut serta dalam MEA. Mengetahui dampak yang akan ditimbulkan karena adanya pasar bebas tersebut, maka negara Indonesia perlu mempersiapkan diri. Dalam hal ini mempersiapkan perawat yang dapat lulus uji kompetensi sehingga dapat diakatakan bahwa perawat tersebut sudah memenuhi standar kompetensi perawat. Oleh karena itu, diharapkan setelah mengikuti acara ini, peserta memahami pentingnya memenuhi standar dalam Uji Kompetensi supaya diakui sebagai perawat professional dan tidak kalah saing dengan perawat yang berasal dari negara lain.
            Acara Seminar Nasional Keperawatan 2015 yang digawangi oleh anak-anak keperawatan Undip sangat luar biasa, peserta antusias mendengarkan materi-materi pembicara. Dalam acara tersebut juga ditampilkan beberapa hiburan seperti Tari Jawa Semarangan oleh 2 mahasiswa keperawatan Undip, permainan Angklung dan Nursing choir yang semuanya mengagumkan. Melihat suatu acara dengan peserta antusias adalah kebahagiaan kami sebagai panitia, disaat itu tiba serasa bahwa pengorbanan dan perjuangan dibalik itu semua tidak ada apa-apanya dan itu sudah terbayar dengan indah. Semoga dari tahun ke tahun acara Seminar Nasional Keperawatan yang diadakan mahasiswa-mahasiswa Undip semakin maju dan acaranya semakin baik.


0 komentar:

Posting Komentar