Banyak orang berpendapat organisasi itu tidak penting bagi mahasiswa, itu hanya membuat waktu mahasiswa semakin sempit, waktu yang seharusnya libur dibuat kegiatan waktu yang seharusnya untuk istirahat digunakan untuk rapat atau keperluan organisasi lainnya ataupun membuat waktu belajar sebagai mahasiswa semakin sedikit dan tak maksimal.Ok, itu adalah pendapat mereka dan saya menghargainya, setiap orang bebas mengutarakan pemikirannya untuk berpendapat namun, hal yang paling saya benci adalah ketika orang-orang tersebut menge-judge ataupun cenderung menyepelekan mahasiswa yang berorganisasi dan cenderung menjelek-jelekkan ataupun lainnya. It’s Ok, kami beda pendapat tapi bukankah masih dapat saling menghargai kan dengan pilihan masing-masing? Dan tentunya tetap saling menyayangi satu sama lain.
Karena… berbeda dengan mereka saya
merasa dalam sebuah organisasi adalah kekeluargaan, saya dapat menemukan sebuah
keluarga kecil dimana saya belajar banyak dari orang-orang hebat diantara
mereka. Saya belajar tentang banyak hal yang tak saya dapatkan ketika di bangku
kuliah yang hanya menimba ilmu akademik saja.Dalam organisasi saya merasa
berkembang dan belajar bagaimana berinteraksi dengan setiap orang yang berbeda
karakter dan saling memahami antar perbedaan. Salah satu kegiatan organisasi
adalah menjalankan program kerja yang ada di dalamnya dan tentulah ada suatu
kepanitiaan.
Kali
ini, saya senang sekali karena terpilih menjadi salah satu panitia di acara
terbesar HIMKA (Himpunan Mahasiswa Keperawatan Undip ) yaitu Seminar Nasional
yang tahun ini mengangkat tema “Menjadi
Perawat yang Berstandar dan Berdaya Saing Global : di Bidang Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar Kompetensi Perawat”.Perjuangan panitia untuk
mempersembahkan acara tersebut tentulah tidak mudah, banyak perjuangan yang
telah dilakukan, banyak masalah dan persoalan yang dihadapi. Namun segala
masalah menjadikan kita semakin kuat dan lebih semangat lagi untuk mewujudkan
acara ini untuk para mahasiswa keperawatan, dosen keperawatan ataupun para
perawat medis itu sendiri.
Alhamdulilah pada
tanggal 3 Oktober 2015 acara terlaksana dengan lancar. Materi
pertama yaitu “Peran Institusi Pendidikan dalam Pencapaian Kompetensi
Mahasiswa Keperawatan” yang dibawakan oleh Sarah Ulliya, S.Kp,M.Kes setelah
menerima materi ini kami yakin bahwa peserta seminar mengetahui peran institusi
pendidikan untuk mencetak perawat yang memenuhi standar kompetensi keperawatan
sehingga nantinya dapat diimplementasikan untuk bersaing dengan perawat
yang berasal dari dalam
negeri maupun negara lain di era
globalisasi karena pemateri sangat luar biasa dalam menyampaikan materinya.
Materi kedua adalah “Sinergisitas Mahasiswa dan Perawat Pendidik
dalam Pembelajaran Klinik untuk Menjadi Perawat Profesional dan Berdaya Saing
Global” yang disampaikan oleh Sri
Widayati,SST,MKes seperti
telah kita ketahui bahwa pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit merupakan
lahan praktik bagi mahasiswa keperawatan. Hal ini tentunya memiliki
standar-standar dalam mendidik mahasiswa keperawatan agar kelak ketika lulus
menjadi sarjana keperawatan yang siap bersaing dan memiliki
standar yang telah ditetapkan dan diharapkan oleh pihak pekayanan kesehatan.setelah mendapatkan materi tersebut kami sebagai panitia berharap
bahwa peserta dapat memahami standar pelayanan yang telah ditetapkan rumah sakit sehingga
mampu memberikan pelayanan terbaiknya.
Materi
terakhir yaitu “Standarisasi Kompetensi Perawat Melalui
Uji Kompetensi” dengan pemateri I Made Kariasa, S.Kp., MM.,M.Kep.MB salah satu bentuk globalisasi yaitu MEA. MEA merupakan
pasar bebas di kawasan Asia Tenggara. MEA ini nantinya memungkinkan
negara-negara ASEAN untuk menjual barang dan jasa dengan mudah sehingga
kompetisi akan semakin ketat MEA tidak hanya membuka arus perdagangan di bidang
barang atau jasa tetapi juga pasar tenaga kerja professional seperti perawat.. Oleh karena itu diperlukan lulusan sarjana
Keperawatan dan perawat yang kompeten serta mampu berpikir kritis untuk dapat mempersiapkan
diri dan ikut serta dalam MEA. Mengetahui dampak yang akan
ditimbulkan karena adanya pasar bebas tersebut, maka negara Indonesia perlu
mempersiapkan diri. Dalam hal ini mempersiapkan perawat yang dapat lulus uji
kompetensi sehingga dapat diakatakan bahwa perawat tersebut sudah memenuhi
standar kompetensi perawat. Oleh karena itu, diharapkan setelah mengikuti acara ini, peserta memahami pentingnya
memenuhi standar dalam Uji Kompetensi supaya diakui sebagai perawat
professional dan tidak kalah saing dengan perawat yang berasal dari negara
lain.
Acara Seminar Nasional Keperawatan
2015 yang digawangi oleh anak-anak keperawatan Undip sangat luar biasa, peserta
antusias mendengarkan materi-materi pembicara. Dalam acara tersebut juga
ditampilkan beberapa hiburan seperti Tari Jawa Semarangan oleh 2 mahasiswa
keperawatan Undip, permainan Angklung dan Nursing choir yang semuanya
mengagumkan. Melihat suatu acara dengan peserta antusias adalah kebahagiaan
kami sebagai panitia, disaat itu tiba serasa bahwa pengorbanan dan perjuangan
dibalik itu semua tidak ada apa-apanya dan itu sudah terbayar dengan indah.
Semoga dari tahun ke tahun acara Seminar Nasional Keperawatan yang diadakan
mahasiswa-mahasiswa Undip semakin maju dan acaranya semakin baik.






















0 komentar:
Posting Komentar