Minggu, 18 Oktober 2015

Pola Makan Mempengaruhi Sakit pada Mahasiswa


Mahasiswa merupakan masa peralihan antara masa remaja ke masa dewasa. Masa peralihan ini membuat banyak dari mahasiswa yang belum dapat beradaptasi dengan lingkungan dan tata cara kehidupan di lingkungan barunya. Pola makan yang  belum teratur merupakan  suatu masalah  mayoritas dari para mahasiswa  (Suharjo ,1989).  Sebagian besar mahasiswa berasal dari luar kota yang menjalani hidup sebagai anak kos. Kebanyakan dari mereka menjalani perilaku atau pola konsumsi makanan yang tidak teratur dan jauh dari kata sehat. Hal ini diakibatkan oleh banyak faktor seperti kegiatan yang sangat padat, kekurangan segi ekonomi, kurangnya kepedulian tentang kesehatan dari makanan dan lain sebagainya.Hal tersebut akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan dari yang sedang hingga yang berat yang tentu saja akan menghambat mahasiswa dalam proses belajarnya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Institute Pertanian Bogor ditemukan berbagai faktor penyebab terjadinya pola hidup yang tidak sehat bagi mahasiswa yang hidup secara kost.
            Faktor pertama yaitu jenis kelamin. Mahasiswa laki-laki bedasarkan penelitian mempunyai kesempatan makan secara teratur tiga kali sehari dibandingkan dengan mahasiswa perempuan. Alasannya dikarenakan kebutuhan energi yang dibutuhkan oleh laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan perempuan. Hal ini juga sesuai dengan pernyataan bahwa kandungan 50 gram protein  dan kandungan 1900 kkal energi diperlukan oleh wanita  setiap harinya sedangkan kandungan  60 gram protein dan 2550 kkal energi diperlukan oleh pria kurang lebih jangka usia antara 19 tahun sampai 29 tahun setiap harinya (Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi, 2004). Mahasiswa perempuan cenderung banyak yang bertubuh kurus dan  jika dibandingkan dalam penelitian mahasiswa laki-laki juga lebih banyak mengalami obesitas (  Mustope,2003)
            Faktor kedua adalah kondisi ekonomi keluarga. Mahasiswa dengan kondisi ekonomi keluarga menengah ke atas akan mempunyai kesempatan makan teratur dan bergizi tiga kali sehari dibandingkan dengan mahasiswa yang berasal dari golongan keluarga menengah ke bawah. Perilaku konsumsi tersebut juga tidak terlepas dari gaya hidup seperti yang dijelaskan oleh  Sundari (2003), bahwa status kandungan gizi, jadwal konsumsi  dan  tingkat konsumsi , ketiga hal tersebut dipengaruhi oleh  gaya hidup. Mahasiswa yang berada pada zona gaya hidup yang mengacu pada  hiburan dan kesehatan  cenderung lebih memilih memanfaatkan uang yang dimilikinya untuk kepentingan jalan-jalan saja sedangkan mahasiswa yang berada pada zona gaya hidup yang mengacu kepada pendidikan lebih memilih menggunakan uangnya untuk keperluan belajar. Pada intinya selain memang kebanyakan mahasiswa  dari segi ekonomi kekurangan uang yang dapat menghambat pola makan dan gizi yang mereka dapatkan ternyata 2 gaya hidup yang dijelaskan diatas juga dapat menghambatnya, tentunya ini sangat tidak diharapkan karena sebagai harapan bangsa seharusnya kebutuhan gizi mahasiswa terpenuhi.
            Faktor ketiga adalah umur mahasiswa. Semakin tinggi umur mahasiswa maka semakin banyak kesempatan mahasiswa tersebut menjalani pola makan secara teratur dan bergizi dibandingkan dengan mahasiswa dengan umur yang lebih muda. Hal ini dikarenakan pola pikir dan tanggung jawab mahasiswa usia dewasa lebih banyak pengalaman dibandingkan mahasiswa usia muda. Sesuai dengan penelitian bahwa usia,jenis kelamin, status pernikahan, dan pendapatan  merupakan beberapa hal yang berdampak pada  pola konsumsi makanan  di Thailand (Suwanvijit dan Promsa-ad ,2009)
            Faktor keempat yaitu pengetahuan. pengetahuan gizi dan kebiasaan untuk menghargai makanan yang kurang dapat menimbulkan masalah gangguan nutrisi. Banyak orang yang tidak memahami zat gizi yang terkandung dalam makanan dan fungsi zat gizi tersebut di dalam tubuh. Seseorang yang tidak mengetahui prinsip dasar gizi dan tidak sadar akan gizi yang terkandung dalam makanan akan kesulitan dalam memilih makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Yang paling disukai remaja adalah kue-kue  manis  dan cemilan tidak berat lainnya (Hurlock,1980). Menurut pandangan  saya sebaiknya usia -usia mahasiswa lebih baik mengonsumsi makanan bergizi dan sehat misalnya sayur sayuran dan buah-buahan segar,.karena seperti yang dikatakan oleh  Sop et al., (2010) ,yang menjelaskan jika konsumen remaja yang mengonsumsi  sayur-sayuran dan buah-buahan masih tergolong kecil. Suhardjo (1989), juga mengharapkan supaya zat gizinya terpenuhi dengan bagus maka remaja atau mahasiswa juga sebaiknya memiliki pola makan yang bagus.
            Faktor keempat adalah teman sebaya (Anita Saufika, 2012 ) . Teman sebaya dapat mempengaruhi seseorang dalam mengkonsumsi makanan. pemilihan makanan tidak lagi didasarkan pada kandungan gizi melainkan hanya bedasarkan bersosialisasi, untuk kesenangan, dan tidak kehilangan status.  Ada dua faktor yang mempengaruhi kebiasaan sarapan yaitu tinggal sendiri ataupun indekos (Jelinic, Nola, dan Matanic ,2008). Selain itu  Phujiyanti (2004), memaparkan bahwa jadwal makan siang dan makan malam lebih sering dilakukan  mahasiswa daripada jadwal  sarapan.
            Faktor-faktor tersebut tentu saja jika dibiarkan terus menerus dan akhirnya menjadi suatu kebiasaan akan menyebabkan berbagai macam penyakit yang akan datang cepat ataupun lambat. Nutrisi atau zat gizi makanan merupakan kunci dalam pemeliharaan tubuh. Pemilihan zat gizi yang buruk ditambah pola kehidupan yang kurang  baik merupakan faktor risiko untuk penyakit kronik yang mematikan atau mengancam hidup seperti, kardiovaskuler, stroke, hipertensi, dan gangguan kehamilan. Tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisi di usia muda membuat individu tersebut dapat menerima dampaknya diusia selanjutnya, seperti kerapuhan tulang yang dapat menyebabkan fraktur ataupun osteoporosis. Kurang mengkonsumsi zat besi juga dapat menyebabkan anemia. Sementara itu, mengkonsumsi suplemen seperti, vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C, ataupun kalsium yang berlebihan juga mempunyai dampak yang negatif.
            Sebagai penghasil energi, pembangun sel-sel dalam tubuh, dan pelindung tubuh atau penjaga kesehatan tubuh yang didalamnya terdapat kandungan-kandungan  gizi dan unsur atau ikatan kimia  serta merupakan bahan kecuali obat adalalah fungsi dari suatu makanan (Almatsier, 2006:3) . Makanan merupakan hal yang sangat penting untuk kehidupan manusia, terlebih lagi sebagai seorang mahasiswa  yang mempunyai aktifitas tinggi setiap harinya, maka diharapakan mahasiswa hendaknya hidup sehat dimulai dengan pola makan yang teratur dan bergizi karena apabila gizi tidak terpenuhi maka mahasiswa akan rentan terkena penyakit dan segala akifitas dan proses pembelajarannya otomatis akan terganggu. Budaya makan setiap individu dalam setiap 24 jam disebut dengan pola makan (Khasanah, 2012:164). Apabila pola makan kita salah dapat menyebabkan beberapa penyakit diantaranya  diabetes mellitus, hiperkolesterolemia ,kanker, penyakit arteri coroner sirrhosis, osteoporosis dan beberapa penyakit kardiovaskuler Anonym (2009) , menjelaskan jika alasan pola makan yang salah merupakan alasan 50 orang dari 100 orang yang  menyebabkan kematian dini  dari serangan-serangan yang disebutkan diatas.
            Hal yang paling dekat dengan usia mahasiswa apabila mahasiswa tidak menerapkan pola makan yang benar maka kebanyakan dari mereka banyak yang mengalami  nyeri lambung atau disebut dengan maag (penyakit yang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat . Pola makan yang salah dan cenderung tidak memperhatikan apa yang dimakan  dan makan tidak tepat waktu merupakan penyebab dari penyakit maag (Almatsier 2005:112). Selain hal-hal diatas penyebab maag lainnya yaitu frekuensi makan  seperti yang telah dianjurkan frekuensi makan yang baik adalah makan tiga kali sehari  jika mahasiwa makan kurang dari  tiga kali sehari setiap harinyan hal ini terjadi secara terus menerus maka kemungkinan besar mahasiswa akan terkena penyakit maag. Pola makan yang bagus yaitu makan malam sebelum terlelap, makan siang sebelum ada stimulus keinginan untuk makan dan makan pagi sebelum melakukan kegiatan ( Warmbrand,2000) . Gejala –gejala maag diantaranya  perut kembung, perih, nyeri, dan mual . Kebiasaan buruk mahasiswa lainnya yakni sering mengonsumsi makanan yang terlalu pedas, asam, mengandung gas, berbumbu berlebihan dan berlemak tinggi hal ini tentu tidak baik untuk pencernaan makanan. Berikut merupakan beberapa makanan yang dianjurkan ataupun yang tidak dianjurkan sebagai penderita maag. Pisang,pir papaya yang merupakan buah-buahan tidak bergas,bayam, labu siam ,wortel yang termasuk ke dalam sayur-sayuran  tidak bergas dan tak berserat tinggi nasi lunak,roti, biscuit,krekers sebgai sumber energi yang mudah dicerna cara pengolahan protein dengan direbus, dipanggang   ataupun ditumis serta minuman seperti the dan susu adalah jenis-jenis makanan yang sangat dianjurkan bagi penderita maag. Sedangkan buah-buahan yang mengandung gas dan mempunyai banyak serat seperti kedondong,jambu biji, nangka, dan buha-buahan masam, makanan bergas seperti tapai, coklat, jeroan,gorengan , makanan berlemak juga  makanan berkabohidrat  yang tidak mudah dicerna misal nasi keras, beras ketan, jagung, talas, cake, kue tart serta  makanan berprotein yang digoreng dan dimasak gulai itu semua sangat tidak diperkenankan untuk dikonsumsi oleh penderita maag. Tentulah sulit bukan ? jika kita sudah terkena maag itu akan sangat merepotkan bagi diri kita sendiri  banyak makanan pantangannya, oleh karena itu mari jaga kesehatan dengan baik karena sehat itu indah, apabila kita sakit maka segala aktifitas dapat terhambat segalanya tidak akan berjalan sesuai rencana dan pastinya sebagai mahasiswa  jika semuanya terhambat maka juga akan berdampak pada prestasi kita. Dengan makan secara teratur dan  asupan gizi terpenuhi dapat membuat kita lebih konsentrasi belajar dan baik untuk kesehatan marilah hidup teratur dan hidup sehat.






Daftar Pustaka
Anita Saufika, Retnaningsih, A. (2012). Scripts and Hypnotherapy. Gaya Hidup Dan Kebiasaan Makan Mahasiswa, 5, 9.
Ririn Fitri. (2013).Deskripsi Pola Makan Penderita Maag pada Mahasiswa Jurusan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, Padang , Universitas Negeri Padang.

0 komentar:

Posting Komentar